Tegakkan Kepala, Garuda Muda!




Langkah Garuda Muda akhirnya harus terhenti di tangan Jepang setelah takluk dengan skor 2-0 pada laga yang diselenggarakan di stadion Gelora Bung Karno, Minggu 28/10/2018.

Lagi lagi masyarakat Indonesia harus mengubur dalam dalam mimpi mereka untuk menyaksikan bendera merah putih dikibarkan dan disaksikan seluruh dunia dalam ajang Piala Dunia. Kali ini Jepang yang mengambil peran “Antagonis” sebagai pembunuh mimpi masyarakat indonesia setalah sukses mengalahkan indonesia dengan skor meyakinkan, 2 gol tanpa balas.

Garuda muda bukan bermain tanpa perlawanan, beberapa kali kiper timnas Jepang harus berjuang dalam menepis tendangan para punggawa timnas, beberapa kali pula pemain bertahan Jepang harus direpotkan oleh gerakan lincah Saddil dan kawan kawan. Peluang paling baik bagi timnas U-19 sepanjang 90 menit pertandingan dimiliki oleh Saddil Ramdani, Peluang bermula ketika Witan Sulaeman, Penyerang andalan Timnas U-19 harus dihentikan lajunya oleh pemain belakang Jepang, hanya berjarak 1 Meter dari ‘kotak terlarang’ milik tim Samurai Biru. Saddil yang dijuluki Saddil ‘Roket’ Ramdani dipercaya untuk melakukan eksekusi ini, Dengan tenang sadil mundur beberapa langkah, lalu peluit aba-aba pun ditiupkan oleh sang wasit, dan, benar saja, bola meluncur dengan keras dan terarah ke bagian atas mulut gawang Jepang, hanya beberapa senti dibawah mistar gawang. Awalnya bola sukses melewati pagar hidup yang dibangun oleh pemain pemain jepang, kemudian bola terus meluncur dan terlihat meyakinkan, namun, keberuntungan masih belum memihak Timnas Indonesia, kiper Jepang yang melihat datangnya bola langsung ‘terbang’ dan menyentuh bola sehingga merubah arah bola menjadi keatas mistar gawang.

Selain itu, Babak kedua juga terlihat dikuasai oleh pemain pemain Indonesia, beberapa peluang sempat tercipta melalui kecepatan dan skill individu yang apik oleh Saddil, Rivaldo, dan kawan kawan, namun sayang keberuntungan memang belum memihak kepada kita. sekali lagi, mimpi dan harapan yang sudah menunggu di depan pintu gerbang piala dunia harus pulang, lagi, setelah kejadian yang sama sempat terjadi beberapa bulan yang pada timnas U-16.

Namun siapa bilang kita harus menyerah pasrah dan tertunduk lemah?

Pintu itu akan selalu terbuka, menunggu kita sampai suatu saat nanti siap dan layak untuk memasukinya. Kekalahan bukanlah akhir dari segalanya, sepak bola indonesia memang perlu perubahan, bukan cuma faktor ‘di atas rumput’ yang harus dibenahi, sepak bola indonesia harus dibenahi dari akar, dari federasi hingga mentalitas, dan suatu saat nanti, apabila kita bisa memperbaiki kesalahan kesalahan dan bisa berbenah dengan baik, percayalah, kita semua bisa menyaksikan Sang Merah Puith berkibar di ajang paling besar di dunia ini.

Tegakkan Kepala, Garuda Muda!


Oleh : M. Shacrul Fahrezi

Komentar